Tampilkan postingan dengan label GPR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GPR. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Identifikasi Cavity dengan Metode GPR DARI IDS




Kontak:
Hp: 082114266358
Email: roni12404027@gmail.com

Investigasi Cavity dan Kekompakan daerah Gamping dengan Metode GPR/Georadar

Survey bawah permukaan yang banyak digunakan dalam bidang kontruksi atau sipil adalah metode geofisika GPR atau Ground Penetrating Radar. Beberapa negara yang mengeluarkan produk GPR seperti Amerika dengan Mala nya, Kanada dengan UltraGPR nya, Italia dengan IDS nya. Kita bahas yang merk dari Italia yaitu IDS.






Kontak:
Hp: 082114266358
Email:roni12404027@gmail.com

Senin, 11 Januari 2016

Metode GPR untuk Identifikasi Batubara dengan Frekuensi 10MHz

coal2-1
Identifikasi batubara dengan menggunakan metode GPR sudah lama (2008) kami lakukan, baik dari karakter, struktur dan lainya sangat banyak membantu untuk tahap eksplorasi terutama ketika ada pengembangan, pengecekan kemenerusan outcrop dan lainya.
Survey GPR sendiri sangat cepat dan mudah sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk tahap eksplorasi dan juga biaya yang lebih murah dibandingkan dengan bor yang rapat.
Identifikasi batubara sendiri bisa didekati dengan pendekatan analisis spectrum, korelasi data logging dan kemenerusan secara geologi. Interpretasi gabungan ini akan memvalidasi data yang sudah ada sehingga keyakinan akan bertambah.
Pola yang terlihat pada data bahwa lapisan itu batubara adalah kemenerusan yang jelas, sehingga membedakan antara sedimen di sekitarnya.

Email: seisxplore@gmail.com
Wordpress: seisxploresurvey.wordpress.com
HP: 082114266358

Selasa, 05 Januari 2016

Identifikasi Kemenerusan Batubara dengan Metode GPR/Georadar

Kemenerusan Batubara dari Data Georadar

Identifikasi batubara dengan menggunakan metode GPR sudah lama (2008) kami lakukan, baik dari karakter, struktur dan lainya sangat banyak membantu untuk tahap eksplorasi terutama ketika ada pengembangan, pengecekan kemenerusan outcrop dan lainya.
Survey GPR sendiri sangat cepat dan mudah sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk tahap eksplorasi dan juga biaya yang lebih murah dibandingkan dengan bor yang rapat.
Identifikasi batubara sendiri bisa didekati dengan pendekatan analisis spectrum, korelasi data logging dan kemenerusan secara geologi. Interpretasi gabungan ini akan memvalidasi data yang sudah ada sehingga keyakinan akan bertambah.
Pola yang terlihat pada data bahwa lapisan itu batubara adalah kemenerusan yang jelas, sehingga membedakan antara sedimen di sekitarnya.


Email: seisxplore@gmail.com
Wordpress: seisxploresurvey.wordpress.com
HP: 082114266358

Selasa, 20 Oktober 2015

Interpretasi Lapisan Nickel Laterite dengan Data UltraGPR atau Metode GPR


Interpretasi Data GPR untuk identifikasi sebaran limonite, saprolite dan rocky Saprolite


Email: seisxplore@gmail.com
Wordpress: seisxploresurvey.wordpress.com
HP: 082114266358

Perbandingan Alat GPR antara UltraGPR, Mala RTA 25MHz, GSSI 40 dan 80 MHz

team2
Mala RTA 25MHz
u6
Contoh GSSI 200MHz dan 400MHz
akusisi2
UltraGPR 10MHz
Seperti halnya data yang dihasilkan dari alat Mala RTA 25MHz, GSSI frekuensi 80 dan 40 MHz, ultra GPR juga mempunyai karakter yang sama yaitu menembakan gelombang dari transmitter ke receiver setelah melalui medium di bawah permukaan bumi dan medium udara maka gelombang di rekam berupa amplitude-amplitude yang mengindikasikan adanya sifat fisis dari tiap batuan yang di lewati sepanjang travel time. Sifat fisis yang biasa dihitung untuk analisis kecepatan dn kedalaman adalah kontstanta dielektrik, konduktivitas dan resistivitasnya.
Perbedaan dari produk Mala, GSSI dan UltraGPR sendiri terdapat pada skin depthnya (penetrasi kedalamanya), dengan kondisi yang homogen relatif tidak berubah komposisi batuanya, Mala RTA 25MHz bisa mencapai target maksimum 30m-50m, sedangkan untuk GSSI frekuensi 40MHz mencapai target 25m-35m, sedangkan untuk UltraGPR bisa mencapai target maksimum 100m-160m. Perbedaan kedalaman dan resolusi tersebut lebih karena frekuensi yang digunakan berbeda dan juga stack dan sampling frekuensi dari tiap-tiap trace berbeda jauh sehingga UltraGPR lebih dalam untuk penetrasinya dan juga resolusi baik vertikal atau horizontalnya.
Selain itu, UltraGPR juga mempunyai keefektifan yang terbaru dibanding alat-alat lainya, yaitu hasil rekaman yang masuk ke kontrol display sudah menggunakan perangkat android dengan koneksi bluethooth sebagai koneksi antara kontrol display, system unit, receiver-transmitter dan GPS.


Email: seisxplore@gmail.com
Wordpress: seisxploresurvey.wordpress.com
HP: 082114266358

Senin, 12 Oktober 2015

Real time Interpretasi Data menggunakan UltraGPR

l15l18
Hasil Interpretasi Data UltraGPR
Pengolahan data UltraGPR bisa langsung dilakukan setelah selesai melakukan pengukuran karena integrasi antara komponen dan perangkat software yang sudah bagus sehingga dalam waktu singkat bisa diketahui kedalaman, ketebalan dan lainya.
Konversi time to depth sendiri dilakukan langsung dengan menghitung angle dari hyperbole data yang sudah d ukur sehingga kecepatan dari tiap lapisan bisa langsung diketahui tanpa harus melakukan kalibrasi dan korekasi terhadap lapisan sampel.


Email: seisxplore@gmail.com
Wordpress: seisxploresurvey.wordpress.com
HP: 082114266358

Selasa, 06 Oktober 2015

Interpretasi lapisan soft dan hard eksplorasi nickel laterit (limonite dan saprolite serta bedrock) dari survey UltraGPR


Interpretasi limonite, saprolite dan bedrock dengan UltraGPR
Seperti halnya data yang dihasilkan dari alat Mala RTA 25MHz, GSSI frekuensi 80 dan 40 MHz, ultra GPR juga mempunyai karakter yang sama yaitu menembakan gelombang dari transmitter ke receiver setelah melalui medium di bawah permukaan bumi dan medium udara maka gelombang di rekam berupa amplitude-amplitude yang mengindikasikan adanya sifat fisis dari tiap batuan yang di lewati sepanjang travel time. Sifat fisis yang biasa dihitung untuk analisis kecepatan dn kedalaman adalah kontstanta dielektrik, konduktivitas dan resistivitasnya.
Perbedaan dari produk Mala, GSSI dan UltraGPR sendiri terdapat pada skin depthnya (penetrasi kedalamanya), dengan kondisi yang homogen relatif tidak berubah komposisi batuanya, Mala RTA 25MHz bisa mencapai target maksimum 30m-50m, sedangkan untuk GSSI frekuensi 40MHz mencapai target 25m-35m, sedangkan untuk UltraGPR bisa mencapai target maksimum 100m-160m. Perbedaan kedalaman dan resolusi tersebut lebih karena frekuensi yang digunakan berbeda dan juga stack dan sampling frekuensi dari tiap-tiap trace berbeda jauh sehingga UltraGPR lebih dalam untuk penetrasinya dan juga resolusi baik vertikal atau horizontalnya.
Selain itu, UltraGPR juga mempunyai keefektifan yang terbaru dibanding alat-alat lainya, yaitu hasil rekaman yang masuk ke kontrol display sudah menggunakan perangkat android dengan koneksi bluethooth sebagai koneksi antara kontrol display, system unit, receiver-transmitter dan GPS.


Email: seisxplore@gmail.com
Wordpress: seisxploresurvey.wordpress.com
HP: 082114266358

Selasa, 18 Agustus 2015

Sebaran Ketebalan Nickel Laterite,Saprolite,Limonite,Bedrock dari Interpretasi Data GPR/Georadar





Email: seisxplore@gmail.com
Wordpress: seisxploresurvey.wordpress.com
HP: 082114266358

Identifikasi Nickel Laterite/Limonite.Saprolite,Bedrock dalam Data Logging Geofisika





Profile Geologi Nickel Laterite

Data logging 1


Data logging 2


Data Logging 3


Email: seisxplore@gmail.com
Wordpress: seisxploresurvey.wordpress.com
HP: 082114266358

Eksplorasi Nickel Laterite Menggunakan Metoge GPR/Georadar

 
Model Geologi Nickel Laterite

Hasil Interpretasi Data GPR dengan Data Bor

Korelasi Data Bor dengan Data Stratigrafi GPR







Email: seisxplore@gmail.com
Wordpress: seisxploresurvey.wordpress.com
HP: 082114266358

GPR/Ground Penetrating Radar Menggunakan GSSI 400 dan 200 Mhz






Produk GSSI yang banyak digunakan di indonesia adalah frekuensi 200-800MHz. Frekuensi tersebut banyak digunakan untuk keperluan target antara 0-10meter biasanya untuk mencari fasilitas bawah permukaan seperti kabel,pipa,gorong,ruang bawah tanah,rekahan pada beton,bore pile,kontruksi beton dan lainya yang kedalamanya tidak lebih dari 10m.


Email: seisxplore@gmail.com
Wordpress: seisxploresurvey.wordpress.com
HP: 082114266358



Rabu, 12 Agustus 2015

Investigasi Batas Lapisan dan Pipa dengan menggunakan Mala Easy Locator 400Mhz


Pengukuran GPR menggunakan Mala Easy Locator 400Mhz

Hasil GPR untuk Batas Lapisan dan Pipa dalam  Grey Scale


Hasil GPR untuk Batas Lapisan dan Pipa dalam Color Scale


Email: seisxplore@gmail.com
Wordpress: seisxploresurvey.wordpress.com
HP: 082114266358

GPR Mala 400Mhz untuk Investigasi Fasilitas Bawah Permukaan


Display Software Control Pada GPR Mala Frekuensi Tinggi (350Mhz dan 400Mhz)

Pengambilan Data GPR Mala Easy Locator

Hasil Pengukuran Mala 400Mhz dengan Object Pipa

Hasil Pengukuran Mala 400Mhz dengan Object Kabel


Email: seisxplore@gmail.com
Wordpress: seisxploresurvey.wordpress.com
HP: 082114266358

Metode GPR/Georadar/Ground Penetrating Radar untuk Identifikasi utilitas Bawah Permukaan (Pipa,kabel dan fasilitas Underground)

Pengambilan Data GPR menggunakan Mala Easy Locator 400Mhz

Pengukuran Posisi dan marking yang di dapatkan dari data GPR

Gambaran pola pondasi atau concrete yang terlihat pada data GPR

Gambaran Pipa, kabel dan Pondasi pada data GPR


Email: seisxplore@gmail.com
Wordpress: seisxploresurvey.wordpress.com
HP: 082114266358

Selasa, 11 Agustus 2015

Metode GPR/Georadar/Ground Penetrating Radar untuk Identifikasi Kedalaman Bedrock,Saprolite dan Limonite

1
Skema Pengukuran GPR dan sistem GPR
Model Saprolite dari Data GPR dalam Section 2-D

Sebaran Lateral topografi Subsurface Kedalaman Bedrock dari Data Bor dan GPR

Email: seisxplore@gmail.com
Wordpress: seisxploresurvey.wordpress.com
HP: 082114266358

Metode Georadar/GPR/Ground Penetrating Radar untuk Eksplorasi dan Identifikasi Nickel Laterite (Saprolite,Limonite dan Bedrock)

1
Skema Pengukuran GPR dan sistem GPR
Model Geologi dari data Bor

Model Geologi dari data GPR 

Email: seisxplore@gmail.com
Wordpress: seisxploresurvey.wordpress.com
HP: 082114266358