Kamis, 06 Agustus 2015

Metode Geolistrik/Resistivity-IP untuk Eksplorasi Biji Besi

iron5iron4iron3iron2iron1
Dalam eksplorasi biji besi sering dihadapkan pada medan yang sulit karena lokasinya di daerah berbukit dan dengan topografi yang bergelombang. Mineral biji besi pada umumnya di dapatkan di daerah dengan struktur dan geologi yang komplek dengan lingkungan pembentukannya berupa daerah vulkanik atau intrusi.
Pola yang digambarkan dalam data geolistrik biasanya mengikuti pola yang diperlihatkan pada sebaran batuan andesit atau vulkanik ini dikarenakan biji besi terbentuk dan termineralisasi di batuan beku (andesit atau vulkanik), dan sangat dianjurkan sebelum melakukan survey geofisika seperti geolistrik, atau geomagnet perlu dilakukan terlebih dahulu survey permukaan geologi berupa identifikasi biji besi, pola pembentukan dan sebaranya serta struktur yang mengontrol daerah tersebut.
Pada gambar di atas, merupakan contoh sebaran biji besi berupa boulder dan mineralisasi yang nempel pada batuan andesit sehingga ada 2 pola yang perlu di perhatikan yaitu pola yang diakibatkan oleh sebaran biji besi yang berupa boulder dan pola yang diakibatkan oleh mineralisasi pada batuan beku.
Hasil akhir yang bisa di sajikan dalam survey geolistrik dan IP adalah:
  • sebaran vertikal dan lateral kondisi geologi bawah permukaan
  • Sebaran vertikal dan lateral biji besi berupa penampang 2-D
  • struktur lokal berupa rekahan dan pola pengontrol geologi di sekitar study
  • korelasi dengan data pendukung seperti test pit dan bor
  • estimasi cadangan terkira dengan memodelkan nilai resistivitas dan chargeabilitynya dengan gambaran 3-D

Email: seisxplore@gmail.com
Wordpress: seisxploresurvey.wordpress.com
HP: 082114266358

Tidak ada komentar:

Posting Komentar