Jumat, 27 September 2013

ADVANCED GRAVITY DAERAH JAWA

kerangka Tektonik Pulau Jawa

Fisiografi dan konfigurasi tektonik kepulauan Indonesia masa kini yang komplek merupakan hasil interaksi sejak Neogen tiga lempeng litosfer utama, Lempeng Filipina yang bergerak (10 cm/th) ke arah NNW, lempeng Indo-Australia yang bergerak 8 cm/th ke arah NNE dan lempeng Eurasia yang stasioner yang bergerak jauh lebih lambat ke arah SE 4cm/th.

Berdasarkan karakteristik geologi dan geofisika, Simanjuntak dan Barber (1996) membagi wilayah kepulauan Indonesia menjadi 5 wilayah yaitu (1) wilayah tenggara lempeng Eurasia yang membentuk wilayah craton kontinental daratan sunda(Sundaland) yang meliputi Sumatera, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat, (2) wilayah lempeng samudera Laut filipina di timurlaut, (3) wilayah craton benua Australia, keutara meliputi Irian Jaya dan Paparan Arafura dan Sahul, (4) wilayah lempeng samudera Hindia, (5) wilayah zona yang menandai zona interaksi lempeng masa kini dengan seismisitas yang aktif dan vulkanisme mulai dari bagian barat Sumatera, Jawa, kepulauan Nusa Tenggara dan Banda, Utara Irian melalui Sulawesi dan Maluku, kearah utara ke kepulauan Filipina. Di zona ini subduksi lempeng tetap aktif serta dicirikan oleh lempeng-lempeng mikrokontinen yang membentuk zona-zona tumbukan.

gambar .. Kerangka tektonik wilayah Kepulauan Indonesia( Simanjutak dan Barber)

gambar .. Tipe-tipe jalur orogen Neogen Indonesia

Interaksi lempeng-lempeng yang membentuk kepulauan Indonesia menghasilkan berbagai tipe jalur orogen. Simanjutak dan Barber ( 1996) mengenali enam tipe jalur orogen.
  1. Orogen Sunda di Jawa dan Nusa Tenggara : Melibatkan subduksi lempeng samudera dengan arah tegaklurus menghasilkan jalur orogen tipe andean beserta palung, komplek akresi, cekungan depan busur, busur magmatik dimana gunung api tumbuh di tepi kontinen sundaland
  2. Orogen Barisan di Sumatera: dengan arah konvergen miring sehingga menghasilkan sistem datar mendatar Sumatera pada busur magmatiknya, dan sepanjang sesar ini pula suatu segmen kerak kontinen bergerak ke arah utara di sepanjang bagian barat Sundaland
  3. Orogen Talaud di bagian utara laut Maluku: Konvergensi unsur magmatik Oceanic Sangihe dan Halmahera dengan lempeng laut Maluku.
  4. Orogen Sulawesi di Sulawesi Timur: tumbukan blok-blok mikrokontinen dengsn sistem subduksi di sepanjang tepi tumur sundaland.
  5. Orogen Banda di kepulauan Banda, di wilayah antara pulau Sumba dan Tanimbar: tumbukan antara tepi utara kontinen Australia dengan sistem subduksi di sepanjang bagian selatan busur Sunda.
  6. Orogen Melanesia di pulau Papua: suatau tahapan lebih lanjut tumbukan tepi utara kontinen Australia dengan busur magmatik pada lempeng laut Filipina yang dimulai pada Miosen awal.

Aktivitas orogen di sebagian besar jalur-jalur orogen ini dimulai pada kala Miosen tengah dan proses orogenik masih tetap berlangsung sampai sekarang.

Pembagian kepulauan Indonesia menjadi 6 tipe jalur orogen di atas menunjukan pulau jawa merupakan pulau utama yang penting di Indonesia bgaian barat di samping pulau Sumatera dan Kalimantan. memahami perkembangan tektonik  pulau Jawa berarti mengetahui bagian utama dari tektonik Inndonesia bagian barat. Tataan tektonik pulau Jawa yang menunjukan ciri khas produk interaksi konvergen antara lempeng samudera dan lempeng benua. Lempeng samuderanya adalah lempeng Indo-Australia yang bergerak ke uatara dan menunjam di bawah lempeng benuanya yakni lempeng Eurasia yang relatif stabil dan disini diwakili oleh paparan Sunda. Pertemuan lempeng ini menghasilkan busur vulkanik busur dan jalur penunjaman, atau palung dan telah berlangsung sejak zaman akhir kapur-paleosen(100-52 juta tahun).

Struktur Regional Pulau Jawa

Jalur penunjaman kapur-paleosen yang ditunjukan oleh singkapan batuan kompek melange Luk-Ulo-karangsambung (Asikin, 1974; Hamilton, 1974; Suparka; 1988; Parkinson et al., 1998) mempunyai arah umum struktur TL-BD yang mengarah ke arah pegunungan Meratus di ujung tenggara Kalimantan. Pulunggono dan Martodjojo (1994) mengenai tiga arah struktur utama di pulau Jawa: Arah timurlaut-Baratdaya atau pola Meratus, arah utara-selatan atau pola Sunda, dan arah timur-barat atau pulau Jawa. Disamping tiga arah struktur utama ini, masih terdapat satu arah strutkur utama lagi, yaitu arah baratlaut-tenggara yang disebut pola Sumatera (Satyana, 2007). Pola Meratus dominan di kawasan lepas pantai utara, ditunjukan oleh ketinggian-ketinggian karimunjawa, Bawean, Masalembo dan pulau Laut( Guntoro, 1996). Di pulau Jawa arah ini terutama ditunjukan oleh pola struktur batuan tersier di daerah Luk Ulo, kebumen  Jawa Tengah. Pola Sunda yang berarah utara selatan umum terdapat di lepas pantai utara Jawa barat dan di daratan di bagian barat wilayah jawa barat. Arah ini tidak nampak di bagian timur pola Meratus. Pola jawa yang berarah timur barat merupakan pola yang mendominasi daratan pulau jawa, baik struktur sesar maupun struktur lipatanya. 

Di Jawa Barat pola diwakili oleh sesar Baribis, serta sesar sungkup dan lipatan di dalam Zona Bogor. Di jawa Tengah sesar sungkup dan lipatan di Zona Serayu utara dan serayu selatan mempunyai arah hampir barat-timur. Di Jawa Timur pola ini ditunjukan oleh sesar-sesar sungkup dan lipatan do zona Kendeng. Struktur arah Sumatera terutama terdapat di wilayah jawa barat dan di jawa tengah bagian timur struktur ini sudah tidak tampak lagi.

gambar 1 Pola struktur di Pulau Jawa berupa pola Meratus, pola Sunda dan arah Timur-Barat( Sujanto dan Sumantri, 1977 dalam natalia dkk, 2010)



gambar ,,, Pola struktur dan sesar di pulau Jawa( Natalia dkk, 2010)

gambar 3 Anomaly Bouguer daerah Jawa

gambar 4 Daerah fokus study advanced gravity

gambar 5 slice surface anomaly bouguer

gambar 3-a slice surface anomaly bouguer
gambar 6 section 2D surface anomaly bouguer
gambar 7-a 3-D view anomaly bouguer fokus study
gambar 7-a 3-D view anomaly bouguer fokus study

gambar 8 Data Regional Upward Continuation 15000m

gambar 9 Elevasi dan contour data AB

gambar 10 Data Regional Upward Continuation 5000m




Email: seisxplore@gmail.com
Wordpress: seisxploresurvey.wordpress.com
HP: 082114266358

Tidak ada komentar:

Posting Komentar